Minggu, 10 Februari 2013

Pohon Aneh Dan Tertua Di Dunia


Pohon cemara atau pine (pinus ) merupakan pohon dari family Pinaceae yang bisa kita temukan di mana saja dan kapan saja asalkan daerah itu tanahnya berpasir berkapur , banyak air ataupun yang mempunyai kadar keasaman cukup tinggi. Kita bisa menemukan pohon ini mulai dari Siberia, Skotlandia, Norwegia, kepulauan Canary, Filipina, pegunungan Himalaya sampe ke pelosok New Zealand, Brazil dan Chili.
Pohon ini memang tenar karena selain dapat hidup dimana-mana juga mempunyai daya jual yang sangat tinggi dalam industri perkayuan. Semua bagian pohon cemara bisa dimanfaatkan mulai dari kayu,getah , ranting,biji hingga daunnya mempunyai kegunaan yang bernilai ekonomi aliasnya pohon ini komersil banget
Pohon cemara adalah salah satu pohon yang berumur panjang karena bisa mencapai umur sekitar 100-1000 tahun dan bahkan mencatat rekor menjadi pohon tertua di dunia melalui cemara dari spesies Great Basin Bristlecone Pine ( Pinus longaeva ) yang di tahun 2008 ini berumur 4840 tahun!!! Pohon ini tingginya antara 3-80 meter tetapi rata-rata tingginya 15-45 meter. Pohon tertinggi dari spesies Sugar Pine sedangkan yang terpendek adalah cemara Potosi Pinyon dan Siberian Dwarf Pine.

Jomon Sugi 2000-7000 tahun

menurut wikipedia, Jomon sugi adalah pohon cemara tertua di Jepang ditemukan pada tahun 1968, dengan tinggi 25,3 meter dengan volume 300 m kubik diperkirakan usianya antara 2000 – 7200 tahun terletak di Pulau Yakushima bagian paling utara Jepang 40 menit dengan pesawat dari Bandar Udara Kagoshima.


Spruce Ione Norwegia 9550 tahun
Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia, diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini.

Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.

“Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu emampuannya mengkloning diri sendiri,” ujar Leif Kullman, profesor eologi dan lingkungan hidup di Universitas Umea, Swedia. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Kullman menjelaskan, saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.
Pohon ini lebih tua dari pinus Bristlecone di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya.

Kullman menyatakan pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu.

sumber
« Baca Selengkapnya »

Jumat, 08 Februari 2013

Gempar, Ada Babi Aneh Di Cianjur

*babi aneh, babi ngepet, babi aneh, babi ngepet*
Bentuknya tidak terlalu besar. Jika dilihat dari dekat, tidak ada yang aneh dengan babi yang bikin heboh warga Kampung Palalangon, Desa Palalangon, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat ini.

Tapi warga Cianjur mencurigai babi ini bukan sembarang babi. Hewan berbulu hitam ini dicurigai sebagai babi ngepet. Benarkah?

"Dibilang babi ngepet kayaknya bukan, tapi juga bukan babi hutan biasa. Ini babi hutan aneh," ujar tokoh masyarakat sekitar Tamim kepada merdeka.com, kemarin.

Karena dianggap bukan babi biasa, warga kemudian menangkapnya. Babi itu kemudian dimasukkan kandang besi berukuran 1,5 X 1 meter.

Menurut Tamim, babi itu terlihat aneh karena babi yang memiliki panjang 70 cm dan berat sekitar 25 kg itu bertingkah layaknya manusia. Babi yang ditangkap warga tersebut tidak mau minum air mentah.

"Kalau dikasih air minum mentah gak mau, tapi kalau dikasih air Aqua langsung segut diminum. Makannya juga mau nasi sama roti, tapi singkong mentah gak dimakan," ujarnya.

Hal itulah yang membuat babi tersebut aneh dan mengundang penasaran warga. "Lagian kalau babi hutan kalau dipukul kan bunyi, ini mah tidak. Dari kemarin waktu ditangkap dia gak ngeluarin bunyi. Makanya ini babi aneh," imbuhnya.

Penangkapan babi di Kampung Palalangon ini langsung tersiar keluar Cianjur. Banyak pula warga dari luar Cianjur berdatangan. Semua hanya ingin melihat babi tersebut.

"Kami berangkat dari Banten jam 2 malam, ini baru sampai. Kami merasa pensaran apakah benar babi aneh itu, memiliki kebiasaan layaknya manusia. Ternyata memang benar, kami tidak tahu apakah ini babi jelmaan atau biasa disebut ngepet," kata Rusman (39) warga Serang-Banten.

Mereka mengaku sengaja datang ke kampung tersebut, untuk menghilangkan rasa penasaran. Sehingga Kampung Palalangon yang biasanya sepi, sejak dua hari terakhir ramai didatangi warga dari pagi hingga malam menjelang.

sumber: merdeka.com
« Baca Selengkapnya »